Mindfulness : 02 Booster Hormon

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Akhirnya.... Dapet kesempatan buat nulis lagi. Setelah drama panjang perskripsian bagai jungkat-jungkit, roller coaster, bianglala, ah sudah lebay deh.

Pagi ini -nggak deh- Beberapa waktu belakangan ini saya suka sekali menghabiskan waktu untuk mencari imun booster dalam bentuk yang lain (?) noo.. Maksudnya psikis booster. Yaa semua tahu bagaimana beratnya mengerjakan skripsi.

Setelah saya amati, kok lambat laun.. Sepertinya saya mudah lelah, mudah mengantuk, minim semangat, berat sekali rasanya untuk meningkatkan semangat seperti sebelumnya.

"Ini ada apa ya?"
Bingung lah saya dibuatnya. 

Sampai tibanya pagi hari ini, ya! Baru hari ini saya lihat video dari Klee, sebuah media online dari biro psikologi, tentang "tanda kita kekurangan hormon kebahagiaan dalam tubuh". Ada hormon dopamine, oksitosin, serotonin dan endorfin. Aah.. Sampai saya menulis masih tidak hafal juga arti dan penyebabnya masing-masing. Huft.. 

Tapi, entah, saya lupa bagaimana. Yang penting Alhamdulillah sudah bisa termotivasi kembali. Rasanya seperti terlahir kembali (?) semangat hari ini membumbung tinggi sekali. Alhamdulillah, luar bisa. 

Baiklah, saya coba ringkas ya pembahasan keempat hormon tadi,

Tanda kekurangan jika :
1. Dopamine : kehilangan minat, mudah lelah, tidak bersemangat, berat badan naik-turun tidak jelas. 
2. Oksitosin : ditinggalkan, merasa sendiri, kesepian, insomnia, mudah lelah. 
3. Serotonin : sulit tidur, menurunnya rasa percaya diri, mood swing, gelisah. 
4. Endorfin : depresi, sedih, hampa, cemas, perilaku impulsif. 

Mereka itu apa sih? 
1. Dopamine : pengatur energi timbul karena hal yang menyenangkan, bermain, bercanda, tertawa, mindfulness. 
2. Oksitosin : pengatur rasa percaya kepada orang lain, empati, cinta. 
3. Serotonin : pengendali mood, pengatur rasa percaya pada diri, menghargai diri, nafsu makan. 
4. Endorfin : pereda nyeri dalam tubuh.

Contoh untuk menaikkan hormon :
1. Jogging/olahraga dan berjemur : dapat meningkatkan hormon serotonin & dopamine sekaligus melepaskan endorfin. 

2. Makan makanan kesukaan masakan ibu & ngobrol bareng ibu : dapat meningkatkan hormon dopamin, oksitosin, serotonin serta endorfin kalau pedas, dalam waktu yang bersamaan!  

Dikutip dari halodoc, 
  • Makanan pedas, dapat memicu pelepasan endorfin.
  • Yoghurt, kacang-kacangan, telur, daging dengan kandungan rendah lemak, dan almond, yang dapat membantu pelepasan dopamin.
  • Makanan tinggi triptofan, dapat meningkatkan kadar serotonin. 

3. Tertawa bersama sahabat : dapat meningkatkan hormon dopamin dan oksitosin. 

Setelah saya praktekan satu persatu, tampaknya yang paling saya butuhkan adalah makanan pedas :) yang dimasakin sama mama saya + ngobrol ngalor-ngidul. Hari ini mama saya Alhamdulillah masak rendang, sorenya ada lagi bebek Madura. Lepas sudah beban saya :) yang buat saya bingung akhir-akhir ini.

Pantas saja kalau saya sedang kelelahan secara psikis nggak karuan, secara instan yang saya cari malah seblak :") daripada coklat, ternyata bener mood saya langsung bagus + ringan bener badan rasanya. Pokoknya bahagia deh.

Eh tapi yah, sebagai makhkuk beragama, number one, Allah dulu. Kalau nggak minta disembuhin sama Allah mau kita jungkir balik, salto sambil makan seblak (?) -ngeri juga ya- nggak bakalan sembuh deh. Serius. 

Ya sudah, saya tutup dulu yah. Makasih lho sudah mau mampir. Semoga tulisan saya bisa bermanfaat ya. Maklum yah.. saya kan bukan expertnya psikologi & gizi, cuma mempraktekan sebagai pasien dadakan :) 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. 


______________

Referensi :

1. TikTok Klee.id | https://www.tiktok.com/t/ZSeyXyc6a/
2. Halodoc | https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-4-jenis-hormon-untuk-mental-yang-sehat
3. Jovee.id | https://jovee.id/mengenali-jenis-jenis-hormon-bahagia-di-dalam-tubuh/


Komentar