Postingan

Prosa : 04 Meluruskan Niat

Gambar
Hari ini saya tidak akan menulis artikel, atau berbagi pengalaman hidup atau apapun yang sifatnya dapat membantu orang lain. Tapi mungkin saja, ini bisa membantu orang lain, padahal niat saya sebenarnya hanya ingin mengarsipkan sebuah pesan. That's it. Sebenarnya.. saya sedang tidak dalam mode menyibukkan diri dengan hal ini. Tapi tetap saja suatu saat jika Allah izinkan pasti akan terjadi juga. Maka saya titipkan saja pesan ini. Semoga pesan ini sampai kepadamu. Dan cukuplah perkataan ini, tidak perlu kita berbasa-basi di media sosial apalagi  chatting berduaan. Yang dapat merusak semua bangunan keimanan yang sama-sama kita tinggikan dan rawat seapik mungkin. Tetaplah bersahaja dan penuh semangat. Tetaplah jadi orang yang membanggakan. Semoga Allah selalu menjagamu, ya, Mas. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash Teruntuk Mas. Yang masih Allah sembun...

Prosa : 03 Menemukan Diri

Gambar
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/purple-daisybush-flower-36753/ Selayaknya bunga yang baru bermekaran di musim semi. Setelah digugurkan dan diterjang badai salju. Sudah seharusnya apa yang patut diselesaikan. Mestilah di selesaikan. Tidak peduli seberapa lama waktu yang telah dihabiskan. Maka sudah sewajarnya, sebagai manusia tahu kapan harus berhenti. Berhenti untuk memulai kembali. Kehidupan yang jauh lebih berwarna di depan sana. Memulai kembali dari biji-bijian. Menyiraminya dengan penuh kesabaran. Menunggunya pelan-pelan tumbuh menjulang tinggi. Dan akan tiba saatnya, menuai semua hasil jerih payah. Semua ini tidak akan sia-sia. Bukan tanpa alasan, semua peristiwa pasti ada tujuannya. Setidaknya berhasil menemukan diri, adalah sebuah pencapaian. Jika bukan pelabuhan, mungkin sebatas pelajaran.

Mindfulness : 06 Memaafkan

Gambar
  Photo by Nick Fewings on Unsplash Suatu hal yang ringan dibaca, namun ternyata sulit diaplikasikan. Hidup ini rasanya semakin berat saja jika harus menampung satu persatu peristiwa tak termaafkan. Entah itu karena kesalahan saya ataupun kesalahan orang-orang di sekitar terhadap saya. Rasanya hati ini tidak cukup lagi menampung itu semua. Saya pikir dengan menyimpannya rapat-rapat semua akan hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata tidak. Semua itu justru semakin menumpuk seperti tumpukan sampah tak berarti yang dengan sengaja saya 'simpan'. Mungkin bukan hanya saya yang melakukan kekonyolan ini, mungkin anda, atau kita semua memang selalu melakukannya. Dengan alasan... yang penting tidak diulangi, tidak bertemu dengan orang yang bersangkutan atau apapun bentuknya. Tapi, ternyata itu semua, tidak bisa dengan begitu saja membuat hati jadi tenang. Saya khususnya, seperti orang sedang melarikan diri memboyong sampah (?) Padahal itu semua sudah berada di masalalu. Apa anda juga me...

Mindfulness : 05 Tolonglah Orang Lain Agar Kau Senantiasa Bahagia

Gambar
Ilustrasi : Photo by  Min An  from  Pexels Tepat seminggu yang lalu saya pulang dari kampung setelah menghadiri acara keluarga. Kami memutuskan untuk lewat jalur utara karena sedang ada perbaikan jalan di Tonjong yang cukup panjang untuk persiapan lebaran nanti. Kami pun menuju rumah via Tegal, sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah yang berasal dari kata "Tetegal" yang artinya   tanah subur yang mampu menghasilkan tanaman pertanian  atau sumber lain menyatakan "Teteguall" pemberian dari seorang pedagang asal Portugis, Tomi Pires.  Benar adanya, Kabupaten Tegal ini luas sekali area perkebunannya. Saking luasnya, saya yang bukan asli daerah sana tiap kali menghindari jalan yang sedang ada perbaikan atau karena macet selalu kesasar. Menggunakan GPS seperti tidak ada gunanya. Karena seringkali sinyal hilang, kadang juga begitu dapat diarahkan ke daerah yang betul-betul kanan-kiri perkebunan. Entah bagaimana saya juga bingung susah sekali dapat sinyal GPS dis...

Prosa : 02 Denganmu

Sesuatu yang memiliki makna tersendiri. Menjadi tempat kala diri ini butuh. Butuh untuk mendengar dan didengar. Sesuatu yang.. apa ya.. yang untuk memulainya tidak perlu kita jadi yang paling mahir, paling cepat dan paling-paling lainnya. Kita hanya perlu.. duduk tenang dan memahami satu persatu, inci demi inci. Setiap kita perlu mencerna dengan sebaik-baiknya, bukan secepat-cepatnya. Kau tahu apa yang ku maksud tidak? Mungkin aku bukan seorang kutu buku ulung. Tapi aku menemukan kedamaian sekaligus rasa hangat di dalam dirimu.  Kamu hadir dalam dua hal bersamaan. Yang pertama, hadir dengan banyak sekali tulisan yang selalu ingin ku baca. Bab demi bab, paragraf demi paragraf, kalimat demi kalimat, kata yang satu dengan yang lainnya seolah menarikku untuk terus ku baca. Bahkan tanda baca titik diakhirmu masih saja membuatku ingin membacanya kembali. Dan yang kedua, hadir dengan lembaran kosong. Yang debu pun seperti tidak berani menyentuh. Kata demi kata ku tuangkan hingga jadi kali...

Mindfulness : 04 Seni Menghancurkan Diri Dengan Prokrastinasi

 Siapa sih di dunia ini yang nggak pernah melakukan prokrastinasi? Hm... kayaknya nggak ada deh. Rasa-rasanya setiap orang pernah melakukannya. Saya.. kamu.. kita semua pernah kan, ngaku... hayooo -------------------------------------------------------- Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Halo, selamat sore, sewaktu saya menulis ini cuaca di rumah saya sedang sangat baik. Tidak mendung, tidak panas, udaranya menyenangkan sekali. Alhamdulillah. Masya Allah ya, kita sudah ada ditahun 2022 aja. Nggak terasa usia pun bertambah setiap harinya, nggak, maksudnya setiap detik. Kalau... dalam Islam boleh dirayakan, mungkin bukan tiap tahun ya, tapi tiap detik! Kebayang nggak sih tiap detik secara angka mungkin bertambah, tapi secara batas usia.. ya berkurang. Nah, setahun kemarin itu apa aja sih yang sudah kita lakukan?  Mmm... Gimana healingmu sukses? Aahahahaha... masih butek yah? yuk jabat tangan online . Saya juga masih struggle kok. Tapi setidaknya.. bergantinya tahun.. t...

Prosa : 01 Perjalanan Pulang

  Perjalanan Pulang. Segenap asa ku kumpulkan... Satu-persatu. Meski semua rasanya hampir tak masuk akal Meski rasanya seperti mendaki tak sampai-sampai Namun.. Sudah waktunya pulang Setelah jauh melangkah tak tentu arah Seperti berjalan di jalanan tak berujung Sukses membuatku limbung Aku ingin sekali pulang Mereguk segala cemas dan bahagia Dalam satu peluk Agar berani menghadapi dunia Semoga perjalanan kali ini tidak lagi macet di tengah jalan Atau karena bekalku habis Atau karena semangatku yang kembali patah Semoga perjalanan kali ini bisa berlabuh di sebuah telaga Yang airnya bisa ku teguk bersama dengan manusia paling mulia di muka bumi ini, Aamiin. ------------------ Bersyukur sekali punya sahabat terbaik yang selalu ada sampai detik ini. Alhamdulillah, untuk sekali lagi ia berhasil membawa saya kembali pulang, menuju Allah. Setelah menapaki jalanan terjal dan berkelak-kelok.