Mindfulness : 04 Seni Menghancurkan Diri Dengan Prokrastinasi
Siapa sih di dunia ini yang nggak pernah melakukan prokrastinasi?
Hm... kayaknya nggak ada deh. Rasa-rasanya setiap orang pernah melakukannya. Saya.. kamu.. kita semua pernah kan, ngaku... hayooo
--------------------------------------------------------
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo, selamat sore, sewaktu saya menulis ini cuaca di rumah saya sedang sangat baik. Tidak mendung, tidak panas, udaranya menyenangkan sekali. Alhamdulillah. Masya Allah ya, kita sudah ada ditahun 2022 aja. Nggak terasa usia pun bertambah setiap harinya, nggak, maksudnya setiap detik. Kalau... dalam Islam boleh dirayakan, mungkin bukan tiap tahun ya, tapi tiap detik!
Kebayang nggak sih tiap detik secara angka mungkin bertambah, tapi secara batas usia.. ya berkurang. Nah, setahun kemarin itu apa aja sih yang sudah kita lakukan?
Mmm... Gimana healingmu sukses?
Aahahahaha... masih butek yah? yuk jabat tangan online. Saya juga masih struggle kok. Tapi setidaknya.. bergantinya tahun.. tentu ada harapan baru yang perlu dijaga dan dirawat. Kita sudah nggak hidup di tahun 2021 lho, tahun-tahun payah yang melelahkan itu sudah jadi kenangan. Semangat baru pun tumbuh bersama resolusi baru.
Kenangan kemarin.. Nggak.. nggak perlu dilupain. Karena melupakan juga seni paling mudah untuk membuat stress berikutnya. Biarkan saja semuanya mengalir. Sama seperti satu-persatu orang, masalah hadir. Mereka semua kan nggak kita setting untuk datang dan mengisi hari-hari kita kan? Iya konsepnya begitu aja. Biarkan.. relakan.. terima kalau semua memang sudah diatur oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sampai kapan? Sampai waktunya sembuh sendiri. Sembuh dengan cara yang paling indah. Yaitu bernama, Ikhlas.
------------------------------------------------------------
Jadi, selama setahun kebelakang, berapa kali kita berusaha untuk kalem, enjoy, menikmati satu-persatu penundaan?
Capek yah?
Berharap kalau di tunda sehari-dua hari, seminggu, sebulan akan semakin menyempurnakan. Kabar buruknya justru akan menumpuk stress berkepanjangan dan akhirnya kita jadi punya dua masalah.
Satu tugas itu sendiri dan satunya akibat penundaan yang kita lakukan.
Maksimal ya.. itu mimpi besar kita. Kenyataannya, kita nggak pernah bisa tiba-tiba langsung berada di puncak hanya karena menunda sehari-dua hari. Kita nggak bisa tiba-tiba jadi manusia serba bisa dengan cara menunda beberapa hari. That's why, orang-orang bilang.. penyesalan itu nanti datangnya ketika kita menyadari betapa banyak waktu yang terbuang akibat penundaan dengan harapan supaya hasilnya maksimal.
Oke baik, faktanya, kita akan semakin bertumbuh ketika kita melakukannya sedikit demi sedikit. Polanya adalah, diimpikan-direncanakan-dilakukan maka mimpi itu akan semakin dekat-semakin dekat dan semakin dekat. Tentunya, yang sedikit demi sedikit itu suatu saat akan membumbung. Hingga kita tidak sadar sudah berada di puncak.
Kenapa saya bisa bilang begini? Saya juga sempat jadi procrastination people ulung lho. Saya juga pernah jadi pemimpi dengan imajinasi tingkat tinggi dengan harapan super, kalau saya menunda sehari, saya pikir saya akan punya tenaga berlebih keesokannya, lebih bisa berpikir dengan baik. Nyatanya semua omong kosong. Saya dibuat stress sendiri karena ulah saya. Semuanya berantakan. Saya hancur karena mimpi dan ekspektasi tanpa eksekusi yang terukur. Hancur-sehancur-hancurnya.
----------------------------------------Itulah mengapa saya membuat tulisan ini-------------------------------------
Saya pernah dengar sebuah quotes begini, "Mimpi tanpa eksekusi, hanyalah halusinasi." Saya setuju. Banget malah. Ini baru ungkapan manusia, hm.. ada nggak sih keutamaan menjaga waktu yang bisa menyakinkan kita untuk resign dari prokrastinasi? ada banget! Nih..
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada seorang laki-laki. Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menasihatinya: “Gunakan 5 perkara sebelum 5; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum kematianmu.” (HR. Hakim dan Al-Hakim menyatakan shahih dan disetujui Imam Adz-Dzahabi dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani walaupun sebagian ulama ada yang mendhaifkan karena sanadnya mursal)
Jadi sekarang gimana?
Sayang kan waktunya terbuang gitu aja?
Kalau urusan dunia aja ditunda bisa stress, apalagi urusan akhirat.. stressnya dapet banget. Apalagi kalau urusannya bersatu nih dunia dan akhirat, hm.. apa nggak menjadi-jadi stressnya. Masih mau jadi procastination people?
Yuk self love yuk, yang realistis aja self lovenya. Nggak usah yang susah-susah deh, yang gratisan aja. Berusaha untuk rajin, bersegera dalam beramal sholeh, membuang jauh-jauh pikiran untuk menunda, udah deh.. sehat bareng-bareng yuk..
Nah, tahun ini resolusinya udah jadi belum? jadi nggak majunya? masa mundur lagi, yuk face the world. Jangan lagi menunda untuk sesuatu yang baik ya, kalau nggak siap-siap aja menyesal. Pokoknya kalau sampai di depan sana nanti menyesal, koreksi diri sendiri ya, yang gentle ok :)
Ya sudah, segitu dulu yaa...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
---------------------
Referensi :
Radio Rodja | Gunakanlah Yang 5 Perkara Sebelum 5 Perkara - Radio Rodja 756 AM
Rumaysho.com | Bersegeralah Beramal Sholeh Sebelum Datang Musibah - Rumaysho.Com
Komentar