Prosa : 02 Denganmu

Sesuatu yang memiliki makna tersendiri. Menjadi tempat kala diri ini butuh. Butuh untuk mendengar dan didengar. Sesuatu yang.. apa ya.. yang untuk memulainya tidak perlu kita jadi yang paling mahir, paling cepat dan paling-paling lainnya. Kita hanya perlu.. duduk tenang dan memahami satu persatu, inci demi inci. Setiap kita perlu mencerna dengan sebaik-baiknya, bukan secepat-cepatnya. Kau tahu apa yang ku maksud tidak?

Mungkin aku bukan seorang kutu buku ulung. Tapi aku menemukan kedamaian sekaligus rasa hangat di dalam dirimu. 

Kamu hadir dalam dua hal bersamaan. Yang pertama, hadir dengan banyak sekali tulisan yang selalu ingin ku baca. Bab demi bab, paragraf demi paragraf, kalimat demi kalimat, kata yang satu dengan yang lainnya seolah menarikku untuk terus ku baca. Bahkan tanda baca titik diakhirmu masih saja membuatku ingin membacanya kembali.

Dan yang kedua, hadir dengan lembaran kosong. Yang debu pun seperti tidak berani menyentuh. Kata demi kata ku tuangkan hingga jadi kalimat. Lama-lama jadi paragraf. Tak sadar, sudah berapa bab ya yang ku tulis? Aku sadar, tulisanku itu lagi-itu lagi. Tapi jemariku seperti tidak mau diajak berhenti. Seolah-olah, lembarmu tidak akan pernah habis.

Aku merasa bisa setenang itu kalau denganmu. Kamu seperti teman kecil yang baik sekali. Yang mau ku baca dan membaca ceritaku -yang sebenarnya sangat membosankan-. Yang tidak akan menjudge ku macam-macam. Itulah kenapa, aku memilihmu jadi sahabat baikku, buku. Dari sekian banyak buku di dunia ini, tidak ada yang paling menarik selain tiap tulisanmu, setelah Al Qur'an. Dan dari sekian banyak buku tulis yang ada, tidak ada yang mampu membuatku terus menulis, selain di tiap lembar yang kamu punya.

Komentar