Prosa : 04 Meluruskan Niat
Hari ini saya tidak akan menulis artikel, atau berbagi pengalaman hidup atau apapun yang sifatnya dapat membantu orang lain. Tapi mungkin saja, ini bisa membantu orang lain, padahal niat saya sebenarnya hanya ingin mengarsipkan sebuah pesan. That's it.
Sebenarnya.. saya sedang tidak dalam mode menyibukkan diri dengan hal ini. Tapi tetap saja suatu saat jika Allah izinkan pasti akan terjadi juga. Maka saya titipkan saja pesan ini. Semoga pesan ini sampai kepadamu. Dan cukuplah perkataan ini, tidak perlu kita berbasa-basi di media sosial apalagi chatting berduaan. Yang dapat merusak semua bangunan keimanan yang sama-sama kita tinggikan dan rawat seapik mungkin. Tetaplah bersahaja dan penuh semangat. Tetaplah jadi orang yang membanggakan. Semoga Allah selalu menjagamu, ya, Mas.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
![]() |
| Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash |
Teruntuk Mas.
Yang masih Allah sembunyikan nama dan rupanya.
Jika nanti akhirnya kita dipertemukan,
Ku mohon jangan pernah menilaiku secara berlebihan.
Cukup pandang aku secara sederhana.
Sesederhana saat kamu menatap laut lepas di samudera.
Mungkin awalnya aku terlihat sempurna, seperti saat kamu menatap birunya air laut.
Namun, jangan lupa, aku juga manusia biasa,
Yang penuh dengan ketidaksempurnaan, keburukan, kekecewaan dan lain sebagainya,
Di dalam sana.
Aku tidak secantik yang kamu bayangkan, Mas.
Aku tidak sepintar yang kamu pikir, Mas.
Dan aku tidak sesabar yang kamu kira, Mas.
Aku hanya manusia biasa.
Maka,
Bantu aku ya, Mas.
Agar bisa beriringan.
Agar bisa sepadan.
Agar bisa membersamai dalam ketaatan.
Maafkan pintaku yang terlampau banyak.
Bahkan sebelum kita dipertemukan.
Aku tidak ingin pertemuan kita berakhir di dunia.
Aku ingin selalu mengiringi langkahmu,
Menggenggam erat jemarimu saat kamu menghadapi kekecewaan,
Mendukung setiap impianmu,
Membantumu saat mengenakan pakaian kebanggaanmu,
Mendampingi saat kamu berada di puncak kesuksesan.
Karena aku ingin hidup selamanya denganmu.
Tidak hanya disini, tapi sampai kedua kaki kita berada di Surganya Allah.
Bersama dengan orang-orang yang kita sayangi,
Anak-anak kita,
Orangtua kita,
Keluarga kita yang beriman,
Dan semua orang beriman.
Oh.. satu hal lagi,
Orang-orang boleh menuduhmu macam-macam.
Katanya kamu begini dan begitu.
Tapi, tidak akan ku biarkan satu pun sayatan ucapan mereka menembus hingga rusukmu.
Dekap dan usapanku di punggungmu akan melindungimu dari rasa sakit hati dan kecewa.
Karena mereka tidak berhak menyakiti orang yang bahkan tidak mereka kenal sedalam aku mengenalmu.
Mungkin aku tidak akan sekeren wanita karier diluaran sana.
Yang mereka juga memiliki prioritas dan kondisi darurat lain.
Aku hanya sibuk mengurusmu dan beberapa pekerjaan yang tampaknya remeh.
Tapi, satu yang ku perjuangkan,
Anakku, anak-anak kita harus menjadi anak yang betul-betul mengenal dan taat kepada Allah dan RasulNya.
Semoga, siapapun kamu, Mas.
Adalah orang yang Allah titipkan untuk membersamai langkahku menuju surgaNya.
Aamiin..
Jawa Barat, 07/07/2022.

Komentar